
Kuliner tradisional Indonesia merupakan suatu hasil budaya yang sangat erat dengan karateristik masyarakat. Hampir seluruh kepulauan di Indonesia, memiliki tradisi dan ciri khas makanan tersendiri di setiap daerah dengan cita rasa yang berbeda. Pengolahan makanan khas daerah yang menggunakan bioteknologi konvensional, salah satunya dengan metode fermentasi. Pengolahan makanan tersebut tidak terlepas dari peranan mikroorganisme berupa bakteri dan kapang. Penggunaan mikroorganisme terhadap suatu bahan pangan bergantung pada bahan dasar dan hasil akhir yang ingin diperoleh. Fermentasi merupakan salah satu metode pengolahan pangan yang telah lama digunakan dan merupakan metode ekonomis yang digunakan dengan tujuan memperpanjang umur simpan dan meningkatkan kualitas produk. Tak hanya itu, pengolahan pangan dengan menggunakan metode fermentasi sering dimanfaatkan karena mampu memperpendek waktu masak, menyediakan kandungan gizi yang lebih baik, menghilangkan kandungan toksin pada pangan, meningkatkan rasa dan aroma, dan dapat dikategorikan sebagai pangan fungsional yang memberikan manfaat pada kesehatan. Kefir adalah produk susu fermentasi yang mempunyai rasa yang spesifik sebagai hasil fermentasi bakteri asam laktat dan khamir yang hidup bersama sama dan saling menguntungkan. Fermentasi alkohol pada nira aren terjadi secara spontan akibat adanya mikroba yang berasal dari nira itu sendiri yang merupakan mikroorganisme indigenous. Penelitian fermentasi memiliki banyak manfaat yang signifikan untuk masa depan, mencakup berbagai aspek dari kesehatan manusia hingga keberlanjutan lingkungan, seperti untuk peningkatan kesehatan dan gizi, keberlanjutan dan efisiensi pangan, serta inovasi teknologi industri.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
