
Paradigma Ilmu Kalam mengalami transformasi dari pendekatan teosentris yang berfokus pada sifat-sifat Tuhan menuju pendekatan yang lebih antroposentris dan pragmatis. Pemikir modern seperti Hasan Hanafi dan Asghar Ali Engineer menekankan pentingnya relevansi Ilmu Kalam dalam menjawab tantangan zaman dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam realitas sosial. Pergeseran ini menempatkan Ilmu Kalam sebagai alat untuk membangun keadilan sosial, membebaskan kaum tertindas, serta merespons isu-isu global seperti kemiskinan dan diskriminasi. Konsep ini sejalan dengan Teologi Pembebasan yang menitikberatkan pada integrasi antara iman dan amal serta aksi nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, paradigma baru Ilmu Kalam bertujuan untuk menjadi lebih relevan, responsif, dan aplikatif dalam menyelesaikan permasalahan kontemporer tanpa mengabaikan prinsip-prinsip fundamental Islam. Kata Kunci: Ilmu Kalam, antroposentris, keadilan sosial, Teologi Pembebasan, relevansi Islam.
pembebasan, teologi, keadilan sosial, ilmu kalam, antroposentris
pembebasan, teologi, keadilan sosial, ilmu kalam, antroposentris
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
