
Dalam makalah ini, saya mengusung tema persahabatan untuk menjadi praktik eklesial, sebuah praktik yang diadaptasi dari “pembimbingan spiritual” (spiritual direction). Pendekatan yang akan saya tawarkan tampak berbeda dari yang ditawarkan oleh berbagai sekolah teologi Protestan seperti, ilmu pendampingan pastoral sampai pastoral klinis. Sebab itu, saya hendak mengusulkan “pembimbingan spiritual” (spiritual direction) atau “persahabatan spiritual” (spiritual companion). Saya akan menggunakan konsep philia, yakni cinta antar-dua orang (atau lebih) yang nonseksual dan nonerotis. Cinta ini mewujud di antara dua sahabat yang berkomitmen berjalan bersama-sama, saling berdampingan dan menatap ke satu visi dan berjalan bersama demi menggapai visi itu. Dengan meminjam ide anam ċara, “sahabat jiwa” dari tradisi Keltik-Irlandia, maka “persahabatan spiritual” (spiritual companionship) dapat menjadi habitus di jemaat-jemaat Kristen Indonesia guna semakin mekarnya spiritualitas warga gereja.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
