
Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kebijakan kurikulum Merdeka dengan menggunakan model evaluasi CIPP yang berfokus pada konteks, masukan, proses dan hasil. Proses mengevaluasi untuk memperhitungkan kegiatan pembelajaran, tanggung jawab pelaksanaan kurikulum, dan waktu pelaksanaan. Evaluasi produk mengevaluasi keberhasilan suatu kurikulum dalam mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan hasil evaluasi, meskipun penerapan kurikulum Merdeka di sekolah dasar telah mencapai hasil yang baik, namun beberapa indikator yang perlu ditingkatkan. Hambatan implementasi kurikulum antara lain kurangnya kapasitas pedagogik, kurangnya waktu, dan kapasitas teknis, serta perlunya dukungan siswa. Kesimpulannya kita dapat mengatakan bahwa kurikulum Merdeka ini telah diterapkan sangat baik dan efisien. Namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Evaluasi CIPP dapat digunakan sebagai alat untuk mempertimbangkan konteks, masukan proses, dan evaluasi produk.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
