
Karaginan dengan bobot molekul lebih dari 100 kDa memiliki tingkat kelarutan yang kecil. Karaginan berbobot molekul rendah dapat diperoleh melalui depolimerisasi secara kimia, fisika, enzimatis dan radiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi terbaik (H2O2) dan suhu ultrasonikasi untuk membuat karaginan berbobot molekul rendah dari karaginan murni, serta membandingkan karakteristik perlakuan terpilih dengan kontrol dan karaginan murni. Konsentrasi H2O2 yang digunakan untuk depolimerisasi adalah 2%, 4% atau 6% (b/v) dan suhu ultrasonikasi adalah 40°C atau 60ºC. Penggunaan konsentrasi dan suhu ultrasonikasi berpengaruh terhadap karakteristik deplimerisasi karaginan munrni yang dihasilkan. Perlakuan terpilih diperoleh dari karaginan yang di-depolimerisasi dengan H2O2 6% dan suhu ultrasonikasi 60ºC dengan hasil rendemen sebesar 78,83±0,79%; viskositas sebesar 1,75±0,10 cP dan bobot molekul sebesar 4,47±2,88 kDa. Perlakuan ini menghasilkan karaginan depolimerisasi dengan gugus fungsional yang sangat berbeda dengan perlakuan lainnya yang menunjukkan proses depolimerisasi telah<br />terjadi.<br /><br />
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
