
Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pengembangan kompetensi guru sekolah dasar melalui integrasi Artificial Intelligence Tutoring System (AITS) sebagai kerangka strategis transformasi pendidikan digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis melalui studi kasus terhadap 15 guru di Kecamatan Sambutan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pelatihan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki sikap positif terhadap pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, namun pemahaman konseptual mengenai AITS masih terbatas. Implementasi AITS terbukti meningkatkan efisiensi kerja, kreativitas mengajar, dan personalisasi pembelajaran, meskipun terhambat oleh kurangnya pelatihan formal dan infrastruktur digital. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi konsep Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan Self-Determination Theory (SDT) dalam menjelaskan keterkaitan antara aspek teknologi, pedagogi, dan motivasi guru. Model manajemen yang diusulkan berbasis human-centered AI management, di mana AITS berfungsi sebagai sistem kolaboratif yang memperkuat profesionalisme dan refleksi pedagogis guru. Integrasi efektif AITS memerlukan dukungan kelembagaan, kebijakan pelatihan berkelanjutan, dan kepemimpinan visioner untuk mewujudkan ekosistem pembelajaran adaptif berbasis data di era pendidikan digital.
