Powered by OpenAIRE graph
Found an issue? Give us feedback
image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ ZENODOarrow_drop_down
image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
ZENODO
Journal . 2025
License: CC BY
Data sources: ZENODO
ZENODO
Journal . 2025
License: CC BY
Data sources: Datacite
ZENODO
Journal . 2025
License: CC BY
Data sources: Datacite
versions View all 2 versions
addClaim

Nilai-Nilai Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan sebagai Pondasi Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah untuk Kemajuan Pendidikan Modern

Authors: Dian, Nugraha;

Nilai-Nilai Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan sebagai Pondasi Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah untuk Kemajuan Pendidikan Modern

Abstract

Nilai-Nilai Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan sebagai Pondasi Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah untuk Kemajuan Pendidikan ModernPenulis : Dian NugrahaAfiliasi : Safwa UniversityEmail : dn.anugrah@gmail.com AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai perjuangan K.H. Ahmad Dahlan yang menjadi motor penggerak pendidikan Muhammadiyah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana visi teologis dan pedagogis K.H. Ahmad Dahlan bertransformasi menjadi sistem pendidikan modern yang inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu, semangat Al-Ma’un, etos kerja Al-Ashr, dan karakter tajdid merupakan fondasi utama yang membuat institusi pendidikan Muhammadiyah tetap relevan dan berkemajuan di era kontemporer.Kata Kunci: K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, Tajdid, Pendidikan Modern, Al-Ashr, Al-Ma'un. I. PENDAHULUANSejarah pendidikan Indonesia di awal abad ke-20 diwarnai oleh dualisme yang kontras antara sistem pendidikan kolonial yang sekuler dan pesantren tradisional yang konservatif. K.H. Ahmad Dahlan hadir sebagai tokoh pembaru yang menawarkan sintesis antara keduanya. Beliau meletakkan nilai-nilai perjuangan bukan hanya sebagai dogma, melainkan sebagai fondasi operasional bagi kemajuan pendidikan modern. Prinsip "Islam Berkemajuan" yang diusung oleh K.H. Ahmad Dahlan menjadi landasan bagi Muhammadiyah dalam mengelola ribuan institusi pendidikan yang memadukan spiritualitas dengan sains.II. METODOLOGI PENELITIANPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Analisis dilakukan terhadap dokumen sejarah, pemikiran orisinal tokoh K.H. Ahmad Dahlan, serta literatur pendukung baik dari dalam maupun luar negeri. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) untuk mengekstraksi nilai-nilai filosofis dan praktis dari perjuangan K.H. Ahmad Dahlan yang relevan dengan tuntutan pendidikan modern.III. LANDASAN FILOSOFIS NILAI PERJUANGANEmpat pilar nilai perjuangan yang diletakkan oleh K.H. Ahmad Dahlan sebagai fondasi kemajuan pendidikan Muhammadiyah adalah:Integrasi-InterkoneksiUpaya K.H. Ahmad Dahlan dalam menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Dalam pandangan beliau, ilmu umum (sains) pada hakikatnya juga bersumber dari Allah SWT melalui ayat-ayat kauniyah, sebagaimana ilmu agama berasal dari wahyu (qauliyah).Teologi Al-Ma’unTransformasi iman menjadi amal sosial melalui pendidikan yang melayani kaum mustad’afin sebagaimana diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan.Teologi Al-AshrPenekanan K.H. Ahmad Dahlan pada manajemen waktu, kedisiplinan, dan etos kerja produktif sebagai bentuk tanggung jawab kepada Sang Pencipta.Tajdid (Pembaruan)Semangat inovasi K.H. Ahmad Dahlan yang menyesuaikan metode pendidikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri Islam.IV. HASIL DAN PEMBAHASAN (ANALISIS KUALITATIF)4.1. Modernisasi Klasikal dan MetodologiK.H. Ahmad Dahlan adalah pionir yang mengadopsi sistem kelas, penggunaan meja, kursi, dan papan tulis ke dalam madrasah. Secara kualitatif, langkah ini merupakan bentuk "modernisasi mental" yang revolusioner. Pada masanya, penggunaan fasilitas sekolah ala Barat ini memicu kontroversi hebat hingga K.H. Ahmad Dahlan sempat dicap "kafir" atau kebarat-baratan oleh kelompok tradisional. Namun, bagi K.H. Ahmad Dahlan, sarana tersebut hanyalah alat netral untuk efektivitas pembelajaran. Meskipun mendapat pertentangan keras, K.H. Ahmad Dahlan tetap teguh melanjutkan pembaharuan pendidikannya, meyakini bahwa perubahan cara belajar adalah kunci untuk membangun kemajuan dan kebangkitan umat4.2. Sintesis Kurikulum TerpaduK.H. Ahmad Dahlan melakukan tajdid kurikulum dengan memasukkan pelajaran sains ke madrasah dan membawa pelajaran agama ke sekolah umum kolonial. Program K.H. Ahmad Dahlan ini menciptakan profil lulusan yang kompeten dalam ilmu modern sekaligus kokoh dalam aqidah.4.3. Implementasi Teologi Al-Ma'un dan Filantropi PendidikanHasil didikan Teologi Al-Ma'un oleh K.H. Ahmad Dahlan melahirkan paradigma bahwa pendidikan harus inklusif. Nilai yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan mewujud dalam hasil nyata berupa:Pendirian Panti AsuhanLangkah nyata K.H. Ahmad Dahlan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak terlantar.Sekolah Gratis/Subsidi SilangVisi K.H. Ahmad Dahlan dalam menjamin kaum dhuafa mendapatkan kualitas pendidikan yang setara.Kesalehan SosialDidikan K.H. Ahmad Dahlan agar siswa peka terhadap kemiskinan dan ketidakadilan.4.4. Implementasi Etos Kerja Al-Ashr dan Disiplin OrganisasiInternalisasi Teologi Al-Ashr oleh K.H. Ahmad Dahlan melahirkan budaya kerja yang efisien dan tepat waktu. Hal ini menjadi kunci keberlanjutan organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan sehingga mampu bertahan melintasi zaman.4.5. Inklusi Pendidikan melalui Organisasi SayapK.H. Ahmad Dahlan memperluas akses pendidikan melalui pendirian PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem)—kini menjadi PKU (Pembina Kesejahteraan Umat)—serta organisasi Aisyiyah. Visi pendidikan K.H. Ahmad Dahlan terintegrasi secara holistik dengan pelayanan sosial dan hak pendidikan perempuan.V. KESIMPULANNilai-nilai perjuangan K.H. Ahmad Dahlan merupakan fondasi kokoh bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah sebagai manifestasi Islam yang fungsional. Keteguhan beliau dalam melakukan modernisasi di tengah stigma negatif, yang dipadukan dengan spirit Al-Ma'un dan disiplin Al-Ashr, telah menjadikan Muhammadiyah sebagai pilar utama pendidikan modern yang berkemajuan di Indonesia.Seluruh gerak pendidikan ini disatukan oleh pesan monumental: "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah". Pesan ini menekankan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui keikhlasan dan dedikasi tanpa pamrih. Namun, sejarah juga mencatat bahwa K.H. Ahmad Dahlan pernah melelang seluruh harta pribadinya demi memastikan hak para guru terpenuhi. Hal ini menegaskan bahwa dalam pandangan beliau, keikhlasan guru bukanlah alasan bagi institusi untuk abai terhadap kesejahteraan mereka. DAFTAR PUSTAKAAdaby Darban, A. (2010). Sejarah Lahirnya Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.Alfian. (1989). Muhammadiyah: The Political Behavior of a Muslim Modernist Organization under Dutch Colonialism. Gadjah Mada University Press.Anwar, S. (2015). Pemikiran Pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan dan Relevansinya dengan Pendidikan Modern. Jurnal Pendidikan Agama Islam.Azra, A. (2006). The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia. University of Hawaii Press.Burhani, A. N. (2010). The Muhammadiyah's Attitude to Javanese Culture in 1910s-1930s. Studia Islamika.Mulkhan, A. M. (2010). Kiai Ahmad Dahlan: Jejak Pembaharu Teologi Al-Ma'un. Jakarta: Kompas.Pasha, M. K., & Darban, A. (2003). Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. Yogyakarta: LPPI UMY.Peacock, J. L. (1978). Purifying the Faith: The Muhammadiyah Movement in Indonesian Islam. Benjamin-Cummings.Ricklefs, M. C. (2001). A History of Modern Indonesia since c. 1200. Stanford University Press.Suwarno. (2009). Muhammadiyah dan Pendidikan: Dinamika Intelektual dan Karakter. Jurnal Pendidikan Islam.

  • BIP!
    Impact byBIP!
    selected citations
    These citations are derived from selected sources.
    This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
    0
    popularity
    This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network.
    Average
    influence
    This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
    Average
    impulse
    This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network.
    Average
Powered by OpenAIRE graph
Found an issue? Give us feedback
selected citations
These citations are derived from selected sources.
This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
BIP!Citations provided by BIP!
popularity
This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network.
BIP!Popularity provided by BIP!
influence
This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
BIP!Influence provided by BIP!
impulse
This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network.
BIP!Impulse provided by BIP!
0
Average
Average
Average
Green