
ABSTRAKLatar belakang: Tingginya prevalensi hipertensi dan diabetesmelitus pada lansia di Desa Wates, ditambah dengan rendahnyapengetahuan tentang pengelolaan penyakit dan pemanfaatantanaman herbal yang aman, mendorong perlunya intervensiedukatif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkanpemahaman lansia mengenai pemanfaatan tanaman obatkeluarga (TOGA) sebagai terapi komplementer yang tepat danaman. Metode: Penyuluhan dilakukan secara tatap muka kepada30 lansia dengan metode ceramah interaktif, diskusi, pembagianleaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengannilai rata-rata pre-test 42,7% meningkat menjadi 86,7%pada post-test. Lansia menjadi lebih memahami manfaat herbalseperti jahe, daun salam, serai, dan pare, serta pentingnyakeamanan penggunaan herbal sebagai pendamping terapi medis.Kesimpulan: Penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan dankesadaran lansia dalam memanfaatkan tanaman herbal secaraaman, serta mendorong kemandirian dalam pengelolaankesehatan.Kata Kunci: tanaman herbal, terapi komplementer, lansia,hipertensi, diabetes melitus
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
