
Kitab Markus merupakan Injil tertua dalam Perjanjian Baru, yang memainkan peran penting dalam mengungkap nilai-nilai etika Yesus. Salah satu perikop penting adalah Markus 2:23-28, yang menghadirkan perdebatan antara etika Yahudi dan pendekatan Yesus terhadap hukum Sabat. Latar belakang masalah dalam perikop ini mencerminkan ketegangan antara legalisme dan kebutuhan manusia, menyoroti bagaimana hukum sering kali diterapkan secara kaku tanpa mempertimbangkan konteks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ajaran etika Yesus dalam perikop tersebut serta mengeksplorasi relevansinya terhadap dilema moral kontemporer, seperti hak asasi manusia dan keadilan sosial.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparatif, dengan menganalisis teks Markus 2:23-28 dan membandingkannya dengan tradisi etika Yahudi serta prinsip-prinsip etika modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Yesus menekankan kasih, belas kasihan, dan fleksibilitas dalam penerapan hukum, yang relevan untuk menyelesaikan dilema etis dalam konteks modern. Pembahasan dalam artikel ini juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat menjadi panduan moral bagi masyarakat kontemporer.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa etika Yesus dalam Markus 2:23-28 menawarkan pendekatan moral yang lebih manusiawi dan kontekstual dibandingkan dengan legalisme Yahudi. Pendekatan ini tidak hanya relevan dalam konteks historis, tetapi juga memberikan solusi praktis untuk tantangan etis global saat ini. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusipada pengembangan pendekatan etika yang berpusat pada kasih dan kesejahteraan manusia.Kata kunci:Etika Yesus, Etika Yahudi, Sabat, Kasih, Moral,
Etika Yesus, Sabat, Perumpamaan, Etika Yahudi, Moral, Kasih
Etika Yesus, Sabat, Perumpamaan, Etika Yahudi, Moral, Kasih
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
