
Hal menarik yang perlu digarisbawahi adalah Alquranul Karim Bacaan Mulia (AKBM) memiliki dua sisi. Satu sisi sebagai terjemahan Alquran dan di sisi lain sebagai puitisasi Alquran. Beberapa tulisan telah mendiskusikan AKBM dengan hanya menggunakan teori penerjamahan. Oleh karena itu, tujuan tulisan ini adalah ingin menganalisa bagaimana resepsi estetika HB Jassin terhadap ayat-ayat metafora dengan pendekatan lain yaitu kritik sastra. Dengan menggunakan teori kritik sastra dapat disimpulkan bahwa pertama, HB Jassin memberikan makna yang lebih dalam dan indah dari terjemahan ayat-ayat metafora melalui jalan puitis. Kedua, untuk mempelajari dan meneliti AKBM tidak cukup hanya dengan menggunakan teori penerjemahan semata tetapi juga teori sastra. Kata Kunci: AKBM, Ayat Metafora, Kritik Sastra
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
