
Masa kejayaan sampai keruntuhan Majapahit meninggalkan beragam budaya berwujud cerita dan ragam hias yang tersebar di beberapa daerah, khususnya di Mojokerto, Jawa Timur. Ragam hias peninggalan kerajaan majapahit sebagai kekuatan budaya yang khas dan harus dilestarikan, salah satunya dengan cara menelaahnya, sehingga ragam hias tersebut dapat diadaptasi ke dalam produk-produk sekarang. Dengan meneliti artefak tersebut dan menghasilkan beberapa desain motif, maka motif tersebut dapat diterapkan pada berbagai desain perhiasan, motif kain, dan lain lain. Telaah digunakan metode kualitatif dengan hasil, antara lain: beberapa ragam hias majapahit yang akan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: ragam hias utama, ragam hias isin-isin dan ragam hias pengisi. Lambang kerajaan Majapahit dan beberapa ragam hias lain berbentuk geometris dan organik sebagai perwujudan dari buah Maja (asal nama kerajaan Majapahit), banyak ditemui di ragam hias peninggalan kerajaan Majapahit. Komposisi desain motif akan diwujudkan dengan tiga teknik menurut teori dari Welianto. Beberapa desain motif tersebut dapat diterapkan dalam pembuatan produk, antara lain : pola motif pada kain dengan teknik batik dan motif pada desain perhiasan.
Drawing. Design. Illustration, NC1-1940, motif, majapahit, ragam hias
Drawing. Design. Illustration, NC1-1940, motif, majapahit, ragam hias
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
