
Tujuan penelitian ini mengkaji secara mendalam perbedaan antara gaya kepemimpinan visioner dan gaya kepemimpinan strategis, serta mengeksplorasi bagaimana kedua gaya tersebut memengaruhi dinamika organisasi, khususnya dalam konteks hubungan, sikap, perilaku, komunikasi, moralitas, dan budaya organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini memanfaatkan berbagai sumber literatur seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah guna merumuskan karakteristik, kekuatan, dan kelemahan dari masing-masing gaya kepemimpinan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan visioner lebih menekankan pada inspirasi, visi jangka panjang, dan pemberdayaan emosional, sedangkan gaya kepemimpinan strategis lebih menitikberatkan pada perencanaan rasional, efisiensi operasional, serta pengambilan keputusan berbasis data. Keduanya memiliki peran krusial dalam membangun budaya organisasi yang adaptif dan berdaya saing tinggi, tergantung pada kebutuhan dan situasi organisasi yang dihadapi.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
