
Hutan Adat Sungai Utik di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, merupakan contoh keberhasilan masyarakat adat Dayak Iban dalam menjaga kelestarian hutan melalui aturan dan kelembagaan adat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur untuk mengkaji keterkaitan pengelolaan hutan adat, daya tarik wisata, dan potensi ekowisata berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi hutan hujan tropis yang masih terjaga, kejernihan Sungai Utik, keberadaan Rumah Betang, serta praktik budaya dan kearifan lokal menjadi daya tarik utama kawasan. Pengembangan ekowisata berbasis komunitas melalui homestay, pemandu lokal, trekking hutan, dan penjualan kerajinan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan. Dengan demikian, Hutan Adat Sungai Utik berpotensi menjadi model ekowisata berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
