
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan lahan di Kota Ambon dan kesesuannya untuk pengembangan permukiman. Pengolaha penelitian ini mengacu pada pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial budaya dalam penyusunan rencana tata ruang dengan menggunakan 7 satuan kemampuan lahan (SKL) Morfologi, SKL kemudahan dikerjakan, SKL kestabilan lereng, SKL kestabilan pondasi, SKL ketersedian air, SKL drainase, SKL terhadap erosi, SKL pembuangan limbah dan SKL terhadap bencana alam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebesar 39.75% wilayah Kota Ambon berada pada kemampuan pengembangan sangat rendah. Hasil menunjukkan bahwa area dengan kemampuan lahan sangat rendah hingga rendah mencakup sebagian besar wilayah, sementara area dengan potensi tinggi untuk pengembangan sangat terbatas. Sebaran permukiman tahun 2025 sebesar 48,23% berada pada lahan dengan kemampuan pengembangan tinggi. Temuan ini menekankan perlunya kebijakan pemanfaatan lahan yang lebih berkelanjutan dan terencana untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mendorong pengembangan yang responsif terhadap tantangan urbanisasi di Kota Ambon.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
