
doi: 10.63758/jpp.v3i2.30
Esei ini dimulai dengan mengangkat figur pemimpin sebagai suri teladan bagi para calon pemimpin bangsa yang pancasilais periode 2024-2029. Siapapun pemimpin yang terpilih sesuai amanah rakyat pada prinsipnya harus meneladani ketokohan para pemimpin melalui tindakan nyata. Bagian kedua mengulas secara mendalam tentang makna filosofis pancasila bagi pemimpin pancasilais: Pancasila sebagai spiritualitas bangsa mencakup tiga hal, pertama, memahami, menghayati dan mengartikulasikan pancasila sebagai spiritualitas bangsa. Kedua, Pancasila sebagai iman (Kredo) nilai luhur kebangsaan yang menyatukan segala perbedaan dan keberagaman. Ketiga, jawaban atas pertanyaan: Mengapa Pancasila seyoganya menjadi spiritualitas bangsa yang memerdekakan? Bagian ketiga mengulas secara singkat dan padat tentang kita adalah rezim pembumi pancasila. Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Ini adalah tantangan dan peluang bagi semua anak bangsa saat ini yang mengunakan nomen clatur rezim dan atau duta pancasila, duta pembumi pancasila.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
