
Tanaman kecombrang memiliki nama yang berbeda-beda disetiap daerah. Di Indonesia, umumnya dikenal dengan kecombrang, di Medan disebut kincung, di Tapanuli Selatan disebut bunga rias, di Tanah Karo disebut asam sekala, di Bali disebut kecicang, di Lampung disebut kumbang sekala, di Minangkabau disebut sambuang, di Banyuwangi disebut lucu, di Bengkulu disebut unji atau honje. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar lemak pada bunga kecombrang (Etlingera elatior) menggunakan metode Soxhlet. Bunga kecombrang yang masih segar dipilih dan diproses dengan menghancurkannya hingga berbentuk granula, lalu diekstraksi dengan pelarut n-heksana. Prosedur ekstraksi dilakukan selama ±5 jam, diikuti dengan recovery pelarut dan pengovenan sisa lemak pada suhu 108°C. Hasil analisis menunjukkan kadar lemak bunga kecombrang sebesar 0,0851%. Temuan ini menunjukkan bahwa bunga kecombrang memiliki kandungan lemak yang sangat rendah, menjadikannya pilihan yang baik untuk diet rendah lemak. Penelitian ini menyarankan bahwa bunga kecombrang dapat berkontribusi pada diet sehat dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam industri pangan, mengingat kandungan senyawa bioaktifnya yang bermanfaat untuk kesehatan.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
