
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui elastisitas harga cabai rawit domba dan cabai rawit hijau sebagai salah satu indikasi inflasi pada bahan pangan pokok di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi dan wawancara. Data penelitian diolah dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil-hasil yang diperoleh menunjukan bahwa baik perubahan harga cabai rawit domba (R2=0,881) maupun harga cabai rawit hijau (R2=0,889), dapat menjelaskan perubahan jumlah permintaan konsumen terhadap kedua komoditas tersebut atau disebut elastis (E≤1). Kondisi ini menjelaskan bagaimana kenaikan harga cabai rawit mampu dijadikan indicator inflasi yang mampu mempengaruhi penurunan jumlah konsumsi masyarakat dan menurunkan tingkat pendapatan pedagang dan produsen (petani) cabai sehingga pemerintah daerah perlu mewaspadai kenaikan harga cabai agar tidak berdampak terhadap peningkatan inflasi.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
