
Masih banyak pelaku usaha yang menggunakan plastik konvensional sebagai kemasan makanan. Sampah plastik konvensional tentunya memiliki banyak dampak yang akan menimbulkan permasalahan lingkungan. Termasuk pada fauna yang mengalami kematian karena mengkonsumsi plastik ini yang terbuang di alam. Oleh karena itu, kehadiran plastik biodegradable dapat mengatasi masalah ini, dan perlu untuk terus dikembangkan. Plastik biodegradable menggunakan bahan baku dari nabati produk pertanian terbarukan. Bioplastik memiliki sifat biodegradable, termoplastik, dan sifat fleksibel. Selain bahan utama, plasticizer dan struktural bahan penguat diperlukan untuk menghasilkan plastik biodegradable dalam inovasi ini. Tahap produksi dalam pembuatan plastik ini meliputi pencampuran, pemanasan, dan pencetakan. Berdasarkan komponennya, komposisi yang dianggap berhasil diperoleh perbandingan 3:4:3 untuk bahan cuka, gliserol, dan kitosan. Bioplastik kemudian dibentuk menjadi standing pouch dengan sealer. Waktu optimal pada masa degradasi plastik ini kurang lebih selama 7 hari. Plastik biodegradable akan menjadi peluang untuk mengurangi dan menggantikan plastik konvensional di kemasan makanan yang dapat merusak lingkungan.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
