
Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya karakteristik tinja menjadi lebih cair. Seseorang dapat dikatakan mengalami diare jika buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu hari. Diare dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya infeksi bakteri. Pengobatan diare akibat infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik seperti sefotaksim dan sefiksim. Pemilihan antibiotik yang berbeda pada setiap pasien mengakibatkan adanya perbedaan besar biaya pengobatan yang dikeluarkan. Pemilihan antibiotik yang memiliki biaya obat yang relatif tinggi belum tentu akan menjamin efektivitas pengobatan pasien sehingga artikel ini bertujuan untuk mengkaji ulang efektivitas biaya penggunaan antibiotik Sefiksim dan Sefotaksim pada pasien diare berdasarkan jumlah biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini dilakukan dengan penelusuran beberapa jurnal terakreditasi di website penyedia jurnal. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dilakukan perbandingan efektivitas biaya antara obat antibiotik Sefotaksim dan Sefiksim. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa antibiotik sefiksim lebih efektif daripada sefotaksim dari segi biaya pengobatannya.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
