
doi: 10.58950/jpk.v4i2.68
Siput Mansi (Canarium luhuanus) merupakan salah satu jenis siput dari famili Strombidae, yang hidup di Kepulauan Padaido, diambil dan dijual oleh masyarakat lokal, terutama pada saat melimpah di musim-musim tertentu. Untuk menekan aktifitas penangkapan, dapat dilakukan dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai kondisi biologi dan siklus hidup dari siput mansi, serta melakukan upaya pengelolaan yang lestari. Dengan pengelolaan, dapat menjaga kelestariannya di alam. Untuk itu dilakukan penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kematangan gonad siput mansi, sebagai informasi awal dalam manajemen sumberdaya. Sampel dikumpulkan setiap bulan selama tiga bulan (Januari-September 2015), untuk pengujian histologi. Total sampel yang dikumpulkan sebanyak 81 buah. Perkembangan gonad yang diamati dari hasil histologi gonad setiap bulan, diperoleh gambaran 5 (lima) fase perkembangan gonad sebagai berikut : Tkg 1 (fase pembentukan oosid primer/spermatogonium), Tkg 2 (fase pembentukan oosit sekunder/spermatosid), Tkg 3 (fase pembentukan oosit tersier/spermatid), Tkg 4 (fase matang gonad), Tkg 5 (fase memijah)
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
