
doi: 10.58456/jmc.v4i2.19
Abstrak: Pengertian misi terfokus kepada aktifitas penyelamatan dari Allah yang secara dinamis menyelamatkan manusia (berdosa) di seluruh dunia yang sekaligus menghadirkan kerajaan Allah. Sampai awal abad ke 20, Kristen dan non Kristen, agamis dan non agamis memperlihatkan sikap menolak misi sebagai karya penyebaran iman Kristen. Misi bukan hanya membawa seseorang untuk menjadi Kristen (kristenisasi) maupun dalam bentuk kegiatan sosial, tetapi dipahami secara holistik dan integral baik dalam teks maupun konteks yang ada. Kenyataannya gereja tetap melihat misi sebagai dimensinya yang esensial, karena melalui karya misi gereja hadir dengan sepenuhnya sebagai gereja. Gereja tanpa misi bukanlah gereja seperti yang dimaksudkan oleh Kristus. Gereja adalah milik Allah (1Ptr. 2:9), karena itu dalam keyakinan, fungsi, misi dan tujuannya harus tetap sesuai dengan kehendak Allah. Gereja yang benar adalah suatu tanda kehadiran dari kerajaan Allah. Terdapat hubungan yang erat antara Kerajaan Allah dengan gereja, dengan demikian misi kerajaan Allah adalah misi gereja.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
