
Islam datang untuk memuliakan wanita yang mana saat itu masyarakat jâhilîyah membenci wanita sekaligus tidak menginginkannya. Allah memerintahkan kepada kaum wanita untuk menjaga kehormatan diri (iffah) agar tidak terjerumus melakukan perkara-perkara yang membuat dirinya terdorong kepada sifat keji dan menjaga diri dari perbuatan tabarruj. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Sumber primernya adalah Tafsîr Ath- Thâbarî dan kitab Al-Jâmi' Li Ahkâm Al-Qur'ân yakni dalam membandingkan penafsiran makna tabarruj. Hasil penelitian makna tabarruj berdasarkan kitab Tafsîr ath-Thâbarî ialah berjalan berlenggak- lenggok dan ayat ini merupakan perintah Allah Swt. kepada para istri Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassallam saja, sedangkan menurut Imam Al-Qurthubi surat Al-Azhab ayat 33 ini diperintahkan kepada para istri Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassallam sekaligus kepada kaum wanita lainnya dan makna tabarruj adalah terbuka dan nampak oleh pandangan mata. Keduanya sama-sama menafsirkan jâhilîyah al–'ula berada pada masa sebelum Islam.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
