
Perkembangan pendidikan, teknologi, informasi, budaya, dan masyarakat telah menyebabkan perubahan kebutuhan dan kondisi yang menghasilkan tantangan kompleks dan pendekatan variatif terhadap pendidikan. Perkembangan pendidikan telah menjadi tantangan yang signifikan bagi para pemimpin sekolah, karena di dalamnya terdapat berbagai isu dan konflik. Konflik adalah masalah faktual yang dapat terjadi dalam proses interaksi antara dua subjek hukum atau penegak hukum. Konflik dapat bersifat negatif maupun positif, tergantung pada konteks dan situasinya. Dalam konteks pendidikan, konflik merupakan isu penting yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), yaitu dengan menggunakan artikel dan buku-buku sebagai referensi dan sumber teori. Untuk itu dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai manajemen konflik yang biasa terjadi dalam dunia pendidikan, mulai dari definisi manajemen konflik dalam pendidikan, jenis-jenis manajemen konflik dalam pendidikan, ciri-ciri manajemen konflik dalam pendidikan, tahap-tahap manajemen konflik, serta dampak manajemen konflik dalam pendidikan.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
