
Seng (Zn) dalam bentuk seng oksida (ZnO) merupakan bahan tabir surya yang terdapat dalam berbagai kosmetik antara lain dalam produk bedak. ZnO apabila berpenetrasi ke dalam kulit dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan terjadinya fotosensitisasi sehingga penggunaannya di dalam kosmetik dibatasi oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode penentuan kadar Zn dalam bedak dan menggunakannya untuk penentuan kadar Zn dalam beberapa sampel bedak yang beredar di Indonesia dengan menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA). Persamaan linearitas metode dari hasil pengukuran larutan standar Zn yaitu y = 0,0088x + 0,0029 dengan koefisien regresi 0,9999. Metode analisis memiliki Limit of Detection (LOD) dan Limit of Quantification (LOQ) sebesar 0,101 µg/mL dan 0,306 µg/mL. Pengukuran kadar ZnO pada 12 sampel bedak yang beredar di pasaran menunjukkan hasil yang beragam dengan rentang 1,74 "“ 25,76 %, dari hasil tersebut diketahui bahwa 2 dari 12 sampel mengandung ZnO dengan kadar yang melebihi persyaratan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
