
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan penerapan sistem otomatis dalam proses fermentasi tempe yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Permasalahan yang dihadapi adalah sulitnya menjaga kestabilan suhu dan kelembaban secara konsisten, yang berpengaruh terhadap kualitas dan lama waktu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol dan monitoring fermentasi tempe berbasis IoT menggunakan protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) dan metode Fuzzy Mamdani. Sistem memanfaatkan sensor suhu dan kelembaban untuk memperoleh data secara real-time yang dikirim melalui MQTT dengan mekanisme publish–subscribe. Metode Fuzzy Mamdani digunakan untuk menentukan aksi kontrol terhadap aktuator berdasarkan kondisi lingkungan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu pada rentang 30–35°C dan kelembaban 60–80% sesuai kondisi optimal fermentasi. Selain itu, sistem mampu mempercepat waktu fermentasi menjadi sekitar 20 jam dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan waktu 30–36 jam atau 1 hari 1 malam. Secara keseluruhan, sistem berjalan stabil, meningkatkan efisiensi proses, serta menghasilkan fermentasi yang lebih konsisten.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
