
Pengembangan industri hilir CPO melalui penerapan konsep klaster di Kota Dumai menjadi harapan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk. Hal ini terutama terkait dengan kondisi keragaman para pelaku dalam rantai pasokan industrinya serta adanya tuntutan persaingan usaha dalam pasar global yang mengikutkan aspek kualitas. Oleh karena itu, analisis klaster industri yang dilihat dari perspektif rantai pasokan industri pengolahan CPO menjadi menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dan memperoleh data primer dari wawancara mendalam dengan para pelaku dalam rantai pasokan industri pengolahan CPO di Kota Dumai. Metode penelitian yang digunakan berupa identifikasi rantai nilai, hub and spoke, 3PL dan mengkaji nilai tambah dari tahapan hilirisasi sawit yang telah berlangsung. Pada akhirnya, hilirisasi industri sawit juga perlu mengedepankan peran perusahaan-perusahaan anchor sebagai lokomotif pengembangan industri sawit ke depannya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa masih perlu didorong peningkatan strategi dan distribusi, agar manfaat rantai pasokan semkin optimal.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
