
Sebagai bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat adikodrati, agama telah hadir dan menjadi bagin terpenting dalam sejarah ummat manusia. Agama tidak hanya terbatas memberikan pedoman bagi kehidupan dunia namun juga bagi kehidupan akhirat. Agama memberikan pengaruh yang signifikan dalam kehidupan manusia, karena itu agama menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap individu maupun kelompok. Dalam realitasnya agama pada dimensi tertentu menjadi sumber konflik akibat internalisasi nilai –nilai agama yang sangat eksklusif mengakibatkan kecenderungan claim kebenaran terhadap agama yang dianut dan pada saat yang sama mengganggap agama agama lain tersesat. Potret konflik antar agama di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia merefleksikan betapa pemahaman eksklusif masih menjadi pemicu yang dominan. tulisan ini mencoba melihat fenomena konflik keagamaan tersebut dengan disiplin sosiologi agama pada kasus konflik antara agama Islam dan Kristen di Provinsi Maluku Utara.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
