
Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interaksi yang kini semakin mudah melalui kemajuan teknologi digital, khususnya media sosial. Media sosial memungkinkan pengguna berbagi informasi dan mengekspresikan diri tanpa batas geografis. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan risiko seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi. Oleh karena itu, etika dalam bermedia sosial menjadi hal yang penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi tidak langsung terhadap perilaku pengguna media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Analisis data dilakukan secara naratif tematik dengan mengacu pada teori etika umum dan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan besar dalam kehidupan modern, baik dalam menyebarkan kebaikan maupun memunculkan dampak negatif jika etika diabaikan. Dalam perspektif Islam, media sosial sebaiknya digunakan untuk menebar kebaikan, menjaga akhlak, serta menghormati nilai kejujuran, tanggung jawab, privasi, dan sopan santun. Penggunaan media sosial yang etis dapat menciptakan lingkungan digital yang sehat dan bermanfaat, serta mengurangi risiko konflik dan cyberbullying. Kesadaran etis dan peran aktif pengguna, pendidik, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk membangun ekosistem media sosial yang positif dan beradab.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
