
Penerapan JKN di khalayak umum masih dianggap kurang baik, dimana faktornya yakni karena kurangnya penyuluhan untuk meningkatkan wawasan masyarakat mengenai program ini. Hal ini mampu berdampak pada implementasi program yang tidak cukup dipahami khalayak luas. Kegiatan tersebut ditujukan guna memberikan efukasi kepada khalayak tentang manfaat BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan yaitu pre-test sebelum penyuluhan dengan materi jaminan kesehatan (BPJS Kesehatan) dan post-test guna mengevaluasi setelah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pasca pengedukasian, masyarakat memiliki wawasan yang lebih tinggi yakni 76% (19 orang) wawasannya baik sedangkan 8% (2 orang) wawasannya masih rendah. Kegiatan yang dilakukan dalam wujud pengkomunikasian, penginformasian, maupun pengedukasian melalui sosialisasi mengenai pentingnya BPJS Kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat menggunakan Jaminan Kesehatan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan sosialisasi secara intersif serta berkelanjutan guna mendukung peningkatan wawasan khalayak mengenai program BPJS, terutama mengenai prosedur rujukan dan cakupan layanan.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
