
Peran kepemimpinan dalam sebuah agama menjadi sebuah hal penting secara khusus dalam membangun sikap altruisme umat yang dipimpinnya. Namun, yang menjadi masalah dalam saat ini adalah sikap intoleran yang dimiliki oleh para pemimpin beragama yang berdampak kepada munculnya sikap intoleransi dalam diri umat yang dipimpin. Oleh karena permasalahan tersebut, sehingga tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk melihat bagaimana sikap dan perilaku ideal yang harusnya dimiliki oleh pemimpin agama dalam kaitannya dengan relasi antar umat beragama. Sehingga tulisan ini dapat menjadi sumbangsih untuk para pemimpin agar memiliki sikap altruisme demi membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama. Dalam mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu sikap para pemimpin agama harus tercermin dalam kepemimpinan yang transformasional seperti kepemimpinan Yesus yang di mana kasih universal menjadi dasar kepempinan-Nya, yang akhirnya membawa perubahan kepada pengikut-Nya secara khusus dalam menjalin relasi kehidupan dengan sesama.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
