
Penelitian dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur ini dilakukan untuk menemukan apa peran Roh Kudus dalam penginjilan kontekstual. Dalam melaksanakan Amanat Agung, gereja telah melakukan berbagai upaya penginjilan. Banyak metode yang telah dipakai, demikian juga berbagai pendekatan yang dirasa relevan bagi Masyarakat. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menjangkau orang atau komunitas yang belum mendengar Injil adalah pendekatan kontekstual. Penginjilan dengan pendekatan kontekstual penting untuk dilakukan mengingat tidak ada metode dan strategi yang dapat digunakan di semua tempat, di semua masa dan setiap keadaan. Perlu ada pendekatan lain yang sesuai dengan konteks budaya, adat kebiasaan, bahasa setempat sehingga lebih menyatu dan menyentuh kehidupan masyarakat dan Injil bisa diterima. Namun demikian, kontekstualisasi hanyalah pendekatan manusiawi yang tidak menjamin hasil. Roh Kuduslah pemegang peranan terpenting dalam penginjilan kontekstual. Para penginjil kontekstual bisa memberitakan Injil, bertahan dalam situasi sulit dan menikmati hasil tuaian karena peran dari Roh Kudus.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
