
Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka menekankan pendekatan yang holistik dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip pengukuran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran IPA melalui tiga jenis assessment: diagnostik, formatif, dan sumatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis 30 artikel nasional dan internasional serta buku ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis menggunakan Google Scholar dan perangkat Publish or Perish, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan content analysis. Hasil studi menunjukkan bahwa masing-masing jenis asesmen memiliki peran yang saling melengkapi: asesmen diagnostik mengidentifikasi kesiapan belajar peserta didik, asesmen formatif memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, dan asesmen sumatif mengevaluasi pencapaian akhir secara menyeluruh. Ketiga bentuk asesmen ini efektif jika diintegrasikan berdasarkan prinsip validitas, reliabilitas, objektivitas, dan keberpihakan terhadap murid. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap asesmen untuk menciptakan pembelajaran IPA yang adaptif, bermakna, dan berbasis kompetensi.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
