
Kebutuhan akan kebijakan berbasis bukti sangat penting untuk saat ini dan masa depan untuk menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Apalagi jika kebijakan tersebut merupakan kebijakan strategis, berdampak luas, berskala nasional, dan melibatkan antar kementerian/lembaga. Komoditas perkebunan merupakan komoditas strategis yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional. Untuk itu perlu dilakukan penetapan komoditas perkebunan prioritas dan analisis makroekonominya. Metode yang digunakan adalah analisis dampak (keterkaitan ke depan dan kebelakang) dan analisis multiplier dengan menggunakan Tabel Input-Output tahun 2016. Temuan penelitian ini adalah komoditas perkebunan yang diprioritaskan adalah kelapa sawit, karet alam, tebu, kelapa, teh, kopi, dan kakao. Kesimpulannya, komoditas yang mempunyai kemampuan paling besar dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan/daya beli masyarakat adalah kelapa sawit, kopi, dan kelapa, sedangkan komoditas yang mempunyai kemampuan meningkatkan produktivitas nasional atau memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah kelapa sawit, teh, dan kopi.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
