
Regurgitasi setelah menyusui, apabila terjadi secara berlebihan dengan frekuensi sering dan dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan nutrisi pada bayi yang secara berkepanjangan menghambat proses pertumbuhan. Penelitian ini berujutan untuk mengidentifikasi kejadian regurgitasi gastroesofageal terhadap peningkatan berat badan bayi usia 0-6 bulan. Pelaksanaan penelitian menggunakan desain observasional, dan berlokasi di Puskesmas Lepo-Lepo pada bulan September-Desember 2020. Populasi 150 bayi, dan total sampel 60 bayi sebagai responden. 88,11% bayi yang mengalami kejadian regurgitasi <3 kali mengalami kenaikan berat badan, demikian juga pada 11,6% yang mengalami kejadian regurgitasi 3-5 kali perhari. Kejadian regurgitasi tidak mempengaruhi kenaikan berat badan bayi.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
