
Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan budaya politik di Kerajaan Laiwoi di Sulawesi Tenggara.Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan melalui beberapa tahapan, yaitu heuristik, kritik sejarah, interpretasi, dan historiografi.Hasil kajian menunjukkan bahwa Kerajaan Laiwoi pada awal pembentukannya sarat politik karena sistem politik Belanda yang ingin mengadu domba para bangsawan yang ada di Kerajaan Konawe dan beberapa kerajaan lainnya di Sulawesi Tenggara.Dengan siasat politiknya, Belanda memanfaatkan salah seorang bangsawan bernama La Mangu untuk ditawarkan menjadi raja, maka dibentuklah Laiwoi sebagai sebuah kerajaan.Kerajaan Laiwoi ini pada awal pembentukannya hanya di atas kertas dan sebagai kerajaan pinjaman.Kerajaan ini dibentuk secara sembunyi-sembunyi antara pemerintah Belanda dan La Mangu.Beberapa kerajaan yang ada di Sulawesi Tenggara tidak mengetahui Kerajaan Laiwoi.Setelah beberapa kali berganti raja, akhirnya Kerajaan Laiwoi mulai secara terbuka menunjukkan eksistensinya dan mulai dikenal oleh beberapa kerajaan lainnya.Menariknya, Kerajaan Laiwoi menjadi cikal bakal terbentuknya daerah Tingkat II Kendari.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
