
Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan yang memerlukan terapi hemodialisa jangka panjang, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Metodelogi: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQoL-BREF. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 56-65 tahun (45,5%), tidak bekerja (54,5%), dan berjenis kelamin laki-laki (54,5%). Mayoritas menjalani hemodialisa > 12 bulan (57,6%) dan memiliki kualitas hidup yang baik (57,6%). Analisis Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama hemodialisa dengan kualitas hidup (p < 0,001) dengan koefisien korelasi sebesar 0,572. Kesimpulan: Semakin lama pasien menjalani hemodialisa, semakin baik kualitas hidupnya karena adanya proses adaptasi terhadap terapi. Perlunya pengembangan program pendampingan adaptasi bagi pasien yang baru memulai hemodialisa, peningkatan edukasi terkait manajemen gejala, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
