
Di Indonesia yang adalah negara maritim, nelayan memiliki peran signifikan, termasuk mewujudkan karya pemeliharaan Allah bagi masyarakat dan alam Indonesia. Tetapi, dalam krisisnya secara politis, dunia nelayan tampak masih diabaikan dalam wacana teologi. Karena itu, tulisan ini berupaya secara teologis menyelami tema sentral dalam Kekristenan, yaitu Injil (euanggelion) dan implikasinya bagi kehidupan nelayan. Bersauh pada pemaknaan baru Injil yang bertolak dari diskusi mengenai panggilan Yesus terhadap keempat nelayan Galilea untuk menjadi murid-Nya dalam Markus 1:16-20, artikel ini menegaskan bahwa nelayan mendapatkan tempat dalam berita dan wujud nyata Injil. Maka, pemberitaan dan aktualisasi Injil di Indonesia harus tampak juga dalam bentuk keterlibatan aktif untuk mengatasi krisis yang terjadi dalam dunia nelayan.
Nelayan, BR1-1725, Philosophy. Psychology. Religion, B, Markus 1:16-20, Injil, Politik dan Krisis Laut Indonesia, Christianity
Nelayan, BR1-1725, Philosophy. Psychology. Religion, B, Markus 1:16-20, Injil, Politik dan Krisis Laut Indonesia, Christianity
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
