
Ayam kampung merupakan jenis unggas yang masih bersifat alami yang berarti belum mendapatkan perlakuan perbaikan genetik. Sifat-sifat yang menguntungkan dari segi ekonomi yang dimiliki ayam kampung relatif sedikit dibandingkan ayam ras, bahkan dalam produksi telur maupun kemampuan menghasilkan daging. Penentuan tingkat kesegaran daging ayam kampung merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan kualitas daging yang akan dikonsumsi, agar masyarakat sebagai konsumen dapat terhindar dari resiko terburuk jika mengonsumsi daging ayam kampung yang tidak segar. Untuk itu dilakukan penelitian untuk menentukan tingkat kesegaran daging ayam kampung dengan menggunakan metode KNN dan HSV. Tingkat kesegaran dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu busuk, segar, dan tidak segar. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan metode KNN dengan model k=1, k=3, k=5, k=7, k=9, dan k=11 didapatkan bahwa pada proses pengujian menyatakan nilai dari akurasi tertinggi didapatkan oleh nilai k=5 yaitu sebesar 80% dan k=7 yaitu sebesar 80%, sementara itu hasil terendah didapatkan oleh nilai k=1 yaitu sebesar 80%.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
