
doi: 10.33810/274181
Salah satu alasan kritis dalam perkembangan keragaman ilmu pengetahuan masa kini adalah polemik dalam memahami hakikat, kemanfaatan dan metodologinya. Setiap ilmu pengetahuan memiliki sarana observasi dan teori tertentu. Setiap ilmu pengetahuan mempunyai tipe hipotesis tertentu. Keragaman ilmu pengetahuan tidak hanya terletak dalam objek materialnya saja, tetapi juga terutama karena objek formalnya. Orang kurang tertarik pada ilmu sastra dengan alasan ilmu sastra dianggap sebagai sesuatu yang abstrak, sebagai ilmu yang tidak diminati dan tidak memberikan kepastian. Secara aksiologi, yaitu aspek kemanfaatan ilmu pengetahuan, mempelajari ilmu sastra merupakan salah satu kemungkinan yang terbuka bagi manusia untuk membuka problemantika kemanusiaan. Ilmu sastra merupakan ilmu pengetahuan yang berada dalam institusi pendidikan tinggi, yaitu dalam Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Humaniora, atau Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya. Salah satu cara memahami suatu ilmu pengetahuan adalah dengan mengetahui kemanfaatan ilmu tersebut bagi masyarakat.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
