
Kekambuhan gastritis terjadi pada individu yang memiliki kebiasaan makan tidak teratur. Berbagai faktor pemicu seperti makanan yang terkontaminasi bakteri, pola makan tidak teratur, penggunaan obat NSAID, konsumsi alkohol, merokok, stres, uremia, infeksi sistemik, trauma mekanik, dan kortikosteroid yang dapat menghambat sintesis prostaglandin sehingga sekresi HCl meningkat, menimbulkan iritasi pada lambung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berbagai faktor risiko dengan kejadian kekambuhan gastritis di Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 729 orang, dengan sampel 98 responden diperoleh melalui accidental sampling. Instrumen adalah kuesioner pola makan, kuesioner DASS-42 dan kuesioner kekambuhan gastritis. Analisa bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau-b. Hasil menunjukkan adanya hubungan pola makan (p value = 0,008) ; tingkat stres (p value = 0,044) dengan kekambuhan gastritis. Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan penelitian serupa dengan menambah faktor lain yang berhubungan dengan kekambuhan gastritis.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
