
Penumpukan limbah ikan pada pembuangan di pasar ikan mencemari lingkungan dan mengurangi estetika lingkungan. Pengolahan limbah ikan secara anaerob merupakan cara yang efisien karena mengandung protein, lemak dan konsentrasi bahan organik tinggi. Dengan nilai rasio C/N yang rendah limbah ikan harus dicampur dengan kotoran ternak atau tumbuhan hijau untuk menghasilkan gas metan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kandungan kadar gas metan dan rasio C/N yang dihasilkan dari campuran kototan kambing (KK) dan limbah ikan (LI). Pada penelitian ini menggunakan variasi substrat kotoran kambing (KK) dan limbah ikan (LI) 80:20; 60:40; 50:50; 40:60; 20:80, dengan variasi waktu fermentasi selama 5 hari, 10 hari, 15 hari, 20 hari, dan 25 hari dan menggukan volume digester 19 liter. Parameter yang dianalisa antara lain rasio C/N, persentase kadar gas metan dan nyala api. Hasil menunjukkan biogas terbaik diperoleh pada variasi substrat KK:LI 80:20 dengan rasio C/N sebesar 20,52% dan menghasilkan kadar gas metan 54,81% dan dapat menyalakan api dengan waktu 24,7 detik.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
