
Penilaian risiko untuk 12 bendungan di Pulau Jawa dengan metode modifikasi Andersen dan modifikasi ICOLD telah dilakukan, dan merupakan bagian dari kegiatan Dam Operation Improvement Safety Project (DOISP) di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. Pada bendungan yang dievaluasi dilakukan analisis risiko terhadap defisiensi struktur akibat beban kondisi operasi normal, banjir, dan gempa. Makalah ini merangkum proses penilaian risiko dari ke dua metode indeks risiko tersebut, hasil penilaian, temuan dan rekomendasi, serta memberikan evaluasi dari proses penilaian risiko dan rekomendasi dalam penentuan kebijakan dalam operasi dan pemeliharaan bendungan. Diketahui bahwa rangking risiko antara ke dua metode memberikan urutan berbeda, hal ini disebabkan perbedaan pendekatan penilaian risiko dari ke dua metode tersebut. Modifikasi Andersen terfokus terhadap defisiensi struktur terutama yang tampak secara visual, dan modifikasi ICOLD terfokus dengan kelemahan dalam desain dan risiko di hilir. Meskipun kedua metode tersebut memiliki pendekatan yang berbeda, ke dua metode tersebut dapat digunakan dalam analisis risiko bendungan dengan disesuaikan maksud dari penilaian Indeks risiko.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
