
Penelitian ini merupakan dokumentasi etnolinguistik penamaan kewilayahan di Kabupaten Tulungagung. Nama-nama wilayah merupakan warisan kebudayaan dalam bentuk data kebahasaan yang mengemban pengetahuan lokal yang perlu diwariskan pada generasi-generasi berikutnya. Hal ini penting untuk dilakukan karena toponimi tidak hanya merupakan refleksi dari pemahaman masyarakat tentang lingkungan sekitarnya dan unsur kesejarahannya, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kolektif masyarakat itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian etnolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian menggunakan data sekunder arsip daerah dan data primer yang diperoleh dengan teknik simak libat cakap dan teknik catat. Penelitian ini memposisikan peneliti terlibat langsung dalam masyarakat sebagai human instrument. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif dengan pendektan kontekstual sehingga implikasi-implikasi semantik yang terdapat dalam temuan dapat terdefinisikan dengan baik.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 2 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
