
Informasi yang terdapat pada QR Code dapat dibaca dengan alat pemindainya. Alat pemindai yang digunakan berupa kamera yang terkoneksi ke sistemnya, contohnya webcam. Saat sekarang ini, alat pemindai akan bekerja secara otomatis jika mendeteksi objek QR Code tersebut. Pada penelitian ini, alat pemindai QR Code yang sudah ada akan dikembangkan dengan menambahkan deteksi wajah manusia di dalam sistemnya, yang mana proses memindai dan mendeteksi akan berjalan secara bersamaan di satu sistem. Tanpa deteksi wajah maka sistem tidak bisa bekerja. Metode penelitian yang dipakai adalah jenis research and development (R&D). Sistem yang dihasilkan terdiri dari server penghasil gambar QR Code dan sistem pemindai dengan dua webcam. Fungsi server adalah untuk mendaftarkan informasi yang akan disimpan ke gambar QR Code. Untuk akses ke server menggunakan browser, sedangkan pada sistem pemindai menggunakan aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman Processing. Antara server dan sistem pemindai terkoneksi secara otomatis ketika mengekstrak informasi yang ada pada gambar QR Code. Jarak baca agar sistem pemindai bekerja adalah antara 10 cm sampai dengan 55 cm.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
