
ABSTRAKKorupsi di Indonesia sudah memasuki stadium “darurat korupsi”. Stadium ini dikuatkan oleh hasil Survey Masyarakat Internasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup urutan ke 4 di dunia dan nomor 1 di Asia dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 9,2. Peringkat ini pada Hakikatnya telah mencederai harkat dan martabat bangsa Indonesia yang tergolong sebagai negara yang berbudaya berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Diperlukan upaya untuk menyetop perilaku koruptif dengan membangun paradigma pemberantasannya. Paradigma yang tepat adalah pelembagaan (doble legitimacy) kembali nilai-nilai sosial budaya yang terdapat dalam masyarakat Indonesia. Asumsi ini sangat tepat mengingat perilaku koruptif telah sistemik dalam telah mamasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai sosial budaya dalam masyarakat Indonesia sangat potensial untuk memberantas perilaku koruptif. Selama ini paradigma pemberantasan korupsi hanya bertumpu pada paradigma hukum dalam arti memaksimalkan pendekatan undang-undang (law reform) dan kelembagaan (institutions reform) namun hasilnya tidak efektif. Perilaku koruptif semakin mengingat dan terkesan tambal sulam. Sudah saatnya pemberantasan korupsi menggunakan paradigma barn yaitu menggunakan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Indonesia. Nilai-nilai sosial budaya masyarakat Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar untuk memberantas korupsi karena dengan pelembagaan (double legitimacy) nilai-nilai sosial budaya dapat menjadi instrumen untuk mengontrol perilaku setiap orang untuk tidak koruptif, akan tumbuh budaya saling mengontrol sehingga menutup peluang berperilaku koruptif.
Social Control, Law, Crime, and Deviance, Sociology, Social and Behavioral Sciences
Social Control, Law, Crime, and Deviance, Sociology, Social and Behavioral Sciences
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
