
Penggunaan bahan bakar fosil dewasa ini semakin tidak terkendali. Permintaan akan bahan bakar yang banyak, tidak diimbangi dengan penyediaan dan pengelolaan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan bahan alternatif lain yang mampu mengurangi pemakaian bahan bakar fosil agar kelestarian bumi tetap terjaga. Penelitian terdahulu yang memanfaatkan kulit nangka menjadi bioetanol menjadi pencetus awal ide untuk mengganti kulit nangka dengan kulit cempedak (Artocarpus champeden) karena karateristik kulitnya yang hampir sama. Prinsip dari pembuatan bioetanol berbahan dasar kulit cempedak ini menggunakan proses fermentasi dengan bantuan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Hasil dari pemanfaatan ini adalah bioetanol berbahan dasar kulit cempedak dengan kadar rendah yang dapat menjadi campuran bahan bakar konvensional. Campuran ini memiliki keunggulan yaitu dalam peningkatan performa mesin. Luaran yang dihasilkan juga diharapkan mampu menjadi bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil saat ini.
Life Sciences, Biochemistry, Biophysics, and Structural Biology
Life Sciences, Biochemistry, Biophysics, and Structural Biology
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
