
Saat perempuan berada pada ruang publik, masjid menjadi pilihan tempat ibadah baik ibadah mahdoh maupun ghairu mahdoh. Artinya, masjid harus menyiapkan fasilitas yang responsif pada kebutuhan tersebut seperti tempat wudhu terpisah tertutup, ruang ganti, pintu khusus agar perempuan tidak melanggar batas aurat (khillaqiyah) saat berada di masjid. Penelitian studi kasus ini mengkaji tentang represenatsi perempuan di masjid Kota Parepare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas masjid di Kota Parepare tidak responsif gender karena terjadi pembiasan pada gender perempuan. Data observasi lapangan dengan kategori tempat wudhu yakni: menyatu, terpisah terbuka, terpisah tertutup, maka hanya 5 % masjid yang ramah terhadap perempuan dengan indikator menyiapkan fasilitas ruang wudhu terpisah tertutup. Pembiasan terjadi oleh karena laki-laki adalah dominan suara baik dalam struktur bidang idarah, imarah, dan ri’ayah sehingga suara laki-laki menjadi sentral dalam proses komunikasi perencanaan dan pengembangan masjid, representas perempuan di masjid terabaikan dan bungkam.
Constitutional Law, Law
Constitutional Law, Law
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
