
A.Pengerrtian Filsafat KlasikDisebut filsafat klasik karena falsafah yang dibangunnya mampu menguasai sistem pengetahuan alam pikiran barat sampai kira-kira selama dua ribu tahun. ... Para pemikir atau ahli filsafat ini mencoba untuk mencari-cari jawaban tentang akibat terjadinya alam semesta beserta isinya. Suatu ketika di antara abad ke-6 dan ke-4 s.M, perkembangan luar biasa terjadi di sejumlah besar tempat secara terpisah di seantero bumi. Di berbagai wilayah di selatan, di utara dan timur Mediterania, di Cina, India dan beberapa wilayah di antaranya, para pemikir kreatif mulai menantang dan melampaui kepercayaan-kepercayaan religius, mitologi. Mereka membentuk sekolah, pemujaan, dan agamaagama besar. Mereka adalah “para filsuf” pencari kebijaksanaan, yang tidak puas dengan jawaban-jawaban gampangan dan prasangka-prasangka populer. Mendadak mereka muncul di mana-mana. Walaupun kita tidak tahu banyak tentang dunia intelektual yang mendahului mereka. Sebagian terlihat di pantai-pantai timur Mediterania, di Yunani dan Asia Kecil (Turki masa kini). Kelompok-kelompok kecil para filsuf yang serba ingin ini mempertanyakan penjelasan-penjelasan populer tentang alam yang didasarkan pada tingkah dewa-dewi. Mereka adalah orang pintar, orang bijak, yang percaya akan kecerdasannya sendiri, bersikap kritis terhadap opini populer, dan persuasif terhadap para pengikutnya. Mereka mengkaji kembali persoalan-persoalan kuno mengenai asal usul alam dan segala sesuatu. Mereka tak puas lagi dengan mitos-mitos dan cerita-cerita yang lazim (yang dahulu menarik): tentang persetubuhan tanah dengan langit, tentang Venus yang muncul dari lautan dan Zeus yang melontarkan halilintarnya. Mereka mulai menolak konsepsi populer mengenai dewa-dewi demi bentuk-bentuk pemahaman yang kurang manusiawi (kurang “antropomofis”). Mereka mulai menantang pengertian-pengertian akal sehat tentang “sifat benda-benda” dan membedakan antara realitas “sejati” dengan penampakan benda-benda. Sementara itu, persoalan “Bagaimana seharusnya kita hidup” beralih dari perhatian dan kepatuhan terhadap hukum dan kebiasaan yang terdapat dalam masyarakat tertentu menuju persoalan yang sangat umum, “Bagaimana cara hidup yang tepat sebagai seorang manusia?” Jawaban singkat terhadap persoalan itu ditemukan dalam pengertian kebijaksanaan (wisdom); dan orang-orang yang mencarinya, yang mencintainya, disebut filsuf (dari Philein: cinta, sofia: kebijaksanaan). Mereka memperkaya kehidupan intelektual di Asia Kecil, Yunani, dan Italia selama abad keenam dan kelima sebelum Masehi. Barangkali yang terbesar di antara mereka adalah Sokrates (470-399 SM), orang yang dieksekusi karena ajaran dan sikap politiknya. Ia bersikeras pada anggapan bahwa orang yang baik dan sejati takkan melakukan kejahatan. Ia meninggal, sebagian, seakan-akan untuk memperagakan secara ekstrem dan dramatik kepercayaan itu. Bersama kematiannya, filsafat menjadi obsesi generasi demi generasi mula-mula di Yunani, kemudian di Romawi, kemudian bagi para pemikir Eropa. Sejarah yang melatarbelakangi munculnya filsafat :•Keheranan akan suatu hal•Keingintahuan•Muncul karena adanya kegelisaan dan keingintahuan•Ketidakpuasan terhadap mitos yang terlalu gampang dihubungkan dengan dewa-dewa mereka.Kegelisahan jiwa dapat menjadi motivasi untuk mencari jawaban dan bergerak maju. Sejarah adalah permulaan atau pra atau proto dari suatu hal. Maka sejarah Filsafat adalah awal mula di mulainya filsafat.Di mulai pada abad ke 6 di Eropa yang disebut dengan filsafat Klasik / Pra S.P.A (karena SPA ini menjadi icon filsuf terkenal dalam pembagian waktu filsafat).
Other Social and Behavioral Sciences, Social and Behavioral Sciences
Other Social and Behavioral Sciences, Social and Behavioral Sciences
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
