
Terdapat tiga macam konteks yang diperbincangkan yaitu konteks yang mencakup dimensi-dimensi linguistik atau yang sifatnya tekstual (textual context) atau yang sering pula disebut sebagai 'cotext', konteks yang sifatnya sosial-kultural (sociocultural context), dan konteks pragmatik (pragmatic context). Konteks linguistik lazimnya berdimensi fisik, sedangkan konteks sosiolinguistik lazimnya berupa setting sosial-kultural yang mewadahi kehadiran tuturan. Adapun yang dimaksud dengan konteks pragmatik, seperti yang disampaikan Wijana (1996), adalah semua latar belakang pengetahuan (all background knowledge) yang dipahami bersama penutur dan lawan tutur. Semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama penutur dan lawan tutur itulah yang sangat berguna dalam menafsirkan makna bentuk kebahasaan tertentu yang hadir dalam pertuturan.
Education
Education
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
