
Ikan merupakan bahan pangan yang mudah mengalami pembusukan, sehingga memerlukan penanganan yang khusus untuk mempertahankan mutunya. Proses kerusakan ikan berlangsung lebih cepat di daerah tropis karena suhu dan kelembaban harian yang tinggi. Pengolahan ikan dengan cara pengasapan sangat terkenal di maluku, produk yang paling terkenal adalah Ikan Asar, namun kelemahan dari cara pengasapannya masih menggunakan cara yang tradisyonal yaitu menggunakan kayu bakar atau sabut kelapa sebagai sumber asap. Upaya untuk mengatasi kelemahan pada pengasapan tradisional adalah pengasapan modern menggunakan asap cair (Utomo et al, 2009). Asap dapat berperan sebagai bahan pengawet apabila komponen-komponen asap meresap kedalam bahan yang di asap. Zaitsev et al (1969) menyatakan bahwa zat-zat yang ada dalam asap merupakan bahan yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri (Bacteriostatic). bahkan, dapat membunuh bakteri (Bacteriside). Tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat terkait cara mengolah ikan asap cair agar pengolahan pangan berbahan dasar ikan yang diarahkan pada cara yang mudah cepat dan hygenis dalam penyiapannya, mudah didistribusikan dengan tetap menjaga kualitas kandungan nilai gizinya.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
